Letak Saklar Lampu Ideal – Saklar lampu sering anggapannya sebagai bagian kecil dalam sebuah ruangan. Padahal, posisi pemasangannya bisa memengaruhi kenyamanan dan keamanan penghuni rumah.
Saklar yang terlalu tinggi, sulit menjangkaunya, atau berada di lokasi yang kurang tepat bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang praktis.
Menentukan letak saklar lampu ideal perlu mempertimbangkan tinggi pemasangan, fungsi ruangan, posisi pintu, sampai kemudahan akses.
Tepat pada artikel kali ini akan menjelaskan dimana sebaiknya peletakkan saklar lampu yang tepat. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut ini.
Letak Saklar Lampu yang Ideal
Letak Saklar Lampu yang Ideal
Pemeriksaan tata letak tombol lampu mampu mempermudah siapa saja dalam menentukan posisi letaknya dengan tepat. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa letak saklar lampu yang ideal yaitu:
1. Di Samping Pintu Masuk Ruangan Utama
Penempatan saklar di dekat gagang pintu mempermudah siapa saja dalam menyalakan lampu saat baru memasuki ruangan gelap. Sebab, posisi ini sangat mudah menjangkaunya oleh tangan.
2. Area Dinding Samping Tempat Tidur
Pemasangan saklar ganda dekat tempat tidur mampu mempermudah dalam mematikan lampu tanpa perlu beranjak dari kasur. Selain itu, kenyamanan istirahat menjadi lebih maksimal.
3. Sisi Luar Dinding Kamar Mandi
Penempatan tombol lampu di luar area basah untuk melindungi tangan dari risiko tersengat aliran arus listrik. Bahkan, saklar menjadi lebih awet dari kelembapan.
4. Area Dinding Samping Tangga Rumah
Penerapan saklar tukar di ujung atas dan bawah tangga menjamin keselamatan saat naik maupun turun. Hal ini karena pencahayaan tangga bisa mengaturnya dari dua lantai.
5. Area Dapur yang Jauh Dari Wastafel
Penataan saklar pada dinding kering dapur mampu mencegah percikan air mencuci piring mengenai komponen stop kontak listrik. Selain itu, aktivitas memasak menjadi lebih aman.
6. Area Dinding Ruang Tamu Utama
Pengelompokan beberapa saklar dalam satu panel mampu mempermudah dalam mengatur tingkat pencahayaan lampu dekoratif ruang tamu. Hal ini karena panel terpusat sangat praktis untuk menggunakannya.
7. Area Garasi dan Samping Carport
Pemasangan saklar berpelindung air pada area garasi memberikan kemudahan akses saat baru memarkirkan kendaraan malam hari. Penggunaan saklar aman dari cipratan hujan.
8. Sisi Dinding Koridor Atau Lorong Rumah
Penempatan saklar di setiap persimpangan lorong mampu membantu siapa saja untuk navigasi melintasi area jalan antar ruang rumah tinggal. Lorong yang gelap sangat membahayakan langkah tersendiri.
9. Area Balkon dan Teras Luar Rumah
Pemasangan saklar lampu teras dari bagian dalam rumah untuk mempermudah siapa saja dalam mengontrol pencahayaan luar tanpa membuka pintu. Sehingga keamanan rumah tetap terjaga dengan rapat.
Cara Menentukan Tinggi Saklar Lampu
Cara Menentukan Tinggi Saklar Lampu
Penerapan ukuran ketinggian yang pas sebenarnya untuk memastikan tombol listrik bisa menjangkaunya dengan mudah oleh seluruh penghuni rumah. Berikut ini ada beberapa cara dalam menentukan tinggi saklar lampu yaitu:
1. Mengukur Ketinggian Standar 120 Hingga 150 cm
Penentuan jarak dari permukaan lantai bersih memberikan posisi jangkauan tangan yang paling alami dan ergonomis. Karena posisi ini sesuai standar PUIL. Oleh karena itu, ukurlah ketinggian saklar secara cermat.
2. Memperhitungkan Ketinggian Rata-Rata Penghuni Rumah
Penyesuaian posisi titik saklar untuk mempermudah anak-anak maupun lansia dalam mengoperasikan tombol lampu secara mandiri. Maka dari itu, perhatikanlah kebutuhan seluruh keluarga untuk pemasangannya.
3. Menggunakan Alat Waterpass Saat Penandaan Dinding
Pemerataan garis acuan posisi untuk memastikan saklar terpasang secara sejajar dan tidak miring secara visual. Bahkan, tampilan dinding terlihat rapi dan estetik tanpa kemiringan tersendiri.
4. Menjaga Jarak dari Bingkai Kusen Pintu
Pemberian jarak minimal 10 cm dari kusen untuk mencegah benturan saklar saat proses pemasangan lis pintu.
Hal ini karena posisi terlalu rapat mampu menyulitkan tukang. Dengan demikian, berikanlah jarak aman dari kusen.
5. Memperhitungkan Ketinggian Perabot dan Furnitur
Pemetaan letak lemari dan meja untuk mencegah posisi saklar tertutup oleh perabotan rumah tangga yang tinggi. Selain itu, akses tombol tetap terbuka dengan bebas.
6. Menghindari Penempatan Di Belakang Daun Pintu
Pemindahan posisi saklar ke arah bukaan pintu bertugas memastikan tombol tidak terhalang saat pintu sedang terbuka lebar. Sebab, saklar yang tertutup menyulitkan jangkauan tangan.
7. Memperhatikan Posisi Jalur Pipa Kabel Dalam Dinding
Penarikan garis pipa secara lurus vertikal mampu mempermudah pelacakan jalur kabel listrik di kemudian hari kelak. Bahkan, bahaya tertancap paku bisa menghindarinya dengan efektif.
8. Menyesuaikan Ketinggian Saklar di Atas Meja Kerja
Peninggian posisi sekitar 20 cm di atas permukaan meja untuk mempermudah colokan kabel peralatan elektronik tersebut. Posisi yang satu ini mencegah kabel terlipat. Oleh karena itu, posisikanlah saklar dengan pas.
9. Menyelaraskan Ketinggian Seluruh Saklar dalam Satu Ruangan
Penyetaraan garis ketinggian stop kontak dan saklar untuk menciptakan keserasian garis keindahan interior dinding rumah.
Posisi tidak beraturan mampu merusak pemandangan tersendiri. Oleh sebab itu, samakanlah ketinggian seluruh saklarnya.
Langkah Pemasangan Saklar Lampu Aman
Langkah Pemasangan Saklar Lampu Aman
Penerapan prosedur instalasi listrik yang tepat untuk menjamin keamanan proses pengerjaan dan mencegah risiko korsleting arus. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa langkah pemasangan saklar lampu yang aman yaitu:
1. Mematikan Sumber Arus Listrik Dari Saklar Utama MCB
Pemutusan saklar pusat PLN untuk menjamin keselamatan nyawa Anda dari bahaya tersengat aliran arus listrik bertegangan. Bekerja dalam kondisi mati arus sangat aman. Oleh karena itu, matikanlah saklar MCB dahulu.
2. Menguji Ketiadaan Arus Menggunakan Alat Tespen
Penempelan ujung tespen pada kawat kabel memastikan tidak ada sisa aliran listrik yang masih mengalir di dalam. Selain itu, para teknisi bisa bekerja dengan tenang. Jadi periksalah kabel memakai tespen.
3. Membuat Lubang Inbow Dus Pada Dinding Semen
Pembobokan tembok menggunakan pahat khusus menyediakan wadah tertanam bagi dudukan mangkok saklar lampu. Bahkan, dudukan rata membuat saklar rapi. Buatlah lubang dudukan yang pas.
4. Memasang Pipa Pelindung Kabel Dalam Tembok
Penanaman pipa konduit plastik mampu melindungi kawat kabel dari ancaman gigitan rayap dan gesekan semen basah. Adanya pipa konduit mencegah kebocoran arus tersendiri.
5. Mengupas Ujung Kawat Kabel Secara Sangat Hati-Hati
Pengelupasan isolasi kabel sepanjang 1 cm mampu membuka kawat tembaga tanpa merusak bagian inti serat dalam. Selain itu, daya hantar arus menjadi maksimal. Sebaiknya kupaslah kabel secara rapi.
6. Menyambungkan Kawat Fasa Ke Terminal Saklar
Pemasangan kawat positif pada terminal masukan memastikan saklar berfungsi memutus arus Fasa secara sempurna dan aman. Hal ini karena pemutusan arus Fasa mencegah kebocoran tersendiri.
7. Mengencangkan Baut Pengikat Terminal Kabel Listrik
Penguncian skrup terminal menggunakan obeng mencegah timbulnya percikan api akibat sambungan kawat kabel yang longgar. Bahkan, koneksi listrik menjadi sangat stabil. Jadi, kencangkanlah baut kabel dengan tepat.
8. Memasang Mangkok Inbow Dus Ke Dalam Dinding
Perekatan mangkok saklar menggunakan adonan semen mampu menjaga dudukan saklar agar tidak goyang saat menekannya keras. Dudukan yang kokoh membuat saklar jadi lebih awet.
9. Memasang Bingkai Cover Penutup Saklar Lampu
Penempelan bingkai luar saklar untuk menutup bagian kawat dalam agar terhindar dari sentuhan langsung jari tangan.
Adanya cover luar berfungsi sebagai isolator tersendiri. Oleh karena itu, pasanglah bingkai penutup rapat.