Izin Mendirikan Bangunan – Membangun rumah membutuhkan perencanaan matang, termasuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan.
Namun, istilah IMB kini telah digantikan dengan Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG. Perubahan tersebut berlaku setelah PP Nomor 16 Tahun 2021 menerapkannya.
Oleh karena itu, masyarakat yang ingin membangun perlu memahami prosedur terbaru. Karena ternyata masih banyak masyarakat yang kebingungan dalam mengurusnya.
Tepat pada artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam tentang syarat dan cara mengurus perizinan pada bangunan tersebut. Jadi, untuk lebih lanjut simak saja artikel berikut sampai tuntas.
Beberapa Persyaratan Izin Mendirikan Bangunan

Sebelum membahas prosedurnya, penting memahami perubahan istilah dari IMB menjadi PBG. PBG merupakan persetujuan untuk membangun, mengubah, memperluas, mengurangi, atau merawat bangunan.
Semua kegiatan tersebut harus memenuhi standar teknis bangunan gedung. Nah, berikut ini ada beberapa persyaratan pada izin mendirikan bangunan yaitu:
1. Dokumen Kepemilikan Tanah
Pertama, pemohon perlu menyiapkan dokumen yang membuktikan kepemilikan atau penguasaan tanah. Dokumen tersebut menjadi dasar administratif permohonan bangunan.
2. Identitas Pemohon
Selanjutnya, identitas pemilik atau pemohon perlu menyiapkannya. Dokumen umumnya mencakup KTP atau identitas resmi lainnya. Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sistem pengajuan PBG.
3. Dokumen KRK atau KKPR
Berikutnya, pemohon perlu memiliki dokumen terkait pemanfaatan ruang. Dokumen tersebut bisa berupa KRK atau KKPR sesuai ketentuan wilayah. Dokumen ini menunjukkan kesesuaian rencana bangunan dengan tata ruang.
4. Dokumen Lingkungan
Dokumen lingkungan bisa menjadi prasyarat pengajuan. Jenis dokumen bergantung pada karakteristik dan skala kegiatan. Informasi terkait dokumen lingkungan bisa memperolehnya melalui instansi lingkungan terkait.
5. Data Penyedia Jasa Perencana
Data penyedia jasa perencana konstruksi perlu menyiapkannya. Penyedia jasa bisa berupa badan usaha atau perseorangan sesuai ketentuan.
6. Dokumen Arsitektur
Selanjutnya, dokumen arsitektur harus menyiapkannya sesuai rencana bangunan. Dokumen bisa mencakup denah, tampak, potongan, situasi, dan site plan. Spesifikasi material juga bisa menjadi bagian dari data teknis.
7. Dokumen Struktur
Berikutnya, rencana struktur perlu menyiapkannya sesuai jenis bangunan. Dokumen ini bisa mencakup fondasi, kolom, balok, pelat, dan rangka atap.
Untuk bangunan tertentu, perhitungan struktur juga memerlukannya. Oleh karena itu, dokumen sebaiknya membuatnya oleh tenaga yang kompeten.
8. Data Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing
Selain struktur, data MEP juga menjadi bagian dari rencana teknis. MEP mencakup sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing bangunan.
9. Data Tanah
Kemudian, informasi kondisi tanah perlu mempersiapkannya sesuai kebutuhan bangunan. Penyelidikan tanah bisa memerlukannya untuk bangunan tertentu.
Cara Mudah Mengurus Izin Mendirikan Bangunan

Setelah segala dokumen sudah siap, proses pengajuan bisa melakukannya secara online. Saat ini, permohonan PBG dan SLF dilakukan melalui SIMBG. Nah, berikut ini ada beberapa langkah yang bisa menjadikannya panduan umum yaitu:
1. Tentukan Jenis Permohonan
Tentukan kebutuhan permohonan bangunan. Permohonan bisa berkaitan dengan bangunan baru, perubahan, perluasan, atau kondisi lainnya. Dengan begitu, dokumen yang disiapkan bisa sesuai sejak awal.
2. Siapkan Dokumen Prasyarat
Selanjutnya, siapkan dokumen pemanfaatan ruang dan lingkungan. Kedua dokumen tersebut menjadi prasyarat sebelum permohonan pengajuan PBG.
3. Buat Akun SIMBG
Pemohon perlu membuat akun pada platform SIMBG. Data identitas harus masuk sesuai dokumen resmi. Pastikan alamat email dan informasi akun bisa mengaksesnya dengan baik.
4. Masukkan Data Pemohon
Lengkapi informasi pemilik atau pemohon. Data tersebut harus membuatnya konsisten dengan dokumen kepemilikan tanah. Kesalahan penulisan bisa menyebabkan proses administrasi perlu perbaikan.
5. Masukkan Data Tanah
Masukkan informasi mengenai tanah yang digunakan. Data tersebut harus sesuai dengan dokumen kepemilikan. Pastikan batas dan lokasi tanah juga sesuai dengan rencana bangunan.
6. Unggah Rencana Teknis
Unggah juga dokumen arsitektur, struktur, dan MEP. Dokumen harus membuatnya sesuai standar teknis yang berlaku.
7. Tunggu Pemeriksaan Teknis
Setelah dokumen terkirim, permohonan akan diproses oleh instansi terkait. Pemeriksaan melakukannya untuk memastikan pemenuhan standar teknis. Jika ditemukan adanya kekurangan, dokumen bisa dikembalikan untuk memperbaikinya.
8. Lakukan Perbaikan Jika Diminta
Selanjutnya, perbaiki dokumen sesuai catatan pemeriksaan. Perbaikan harus melakukannya berdasarkan permintaan resmi pada sistem. Dengan demikian, proses pemeriksaan bisa melanjutkannya.
9. Bayar Retribusi Jika Terutang
Kemudian, nilai retribusi PBG ditetapkan sesuai ketentuan daerah. Besarannya bisa berbeda berdasarkan karakteristik bangunan dan peraturan daerah. SIMBG juga menyediakan kalkulator untuk memperkirakan retribusi PBG.
10. Terima Dokumen PBG
Terakhir, PBG diterbitkan setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Dokumen tersebut menjadi dasar persetujuan untuk pelaksanaan pembangunan sesuai rencana.
Tips Agar Berkas IMB Disetujui Tanpa Kendala

Walaupun istilah resminya sudah berubah menjadi PBG, kata IMB masih banyak penggunaannya pada masyarakat. Tidak jarang berkas IMB atau PBG ini terkendala karena kesalahan-kesalahan kecil.
Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa tips agar berkas IMB disetujui tanpa kendala yaitu:
1. Pastikan Data Pemilik Konsisten
Samakan nama dan identitas pada seluruh dokumen. Perbedaan data bisa membuat pemeriksaan menjadi lebih panjang.
2. Periksa Dokumen Tanah
Pastikan dokumen tanah masih bisa menggunakannya. Data lokasi dan kepemilikan juga harus sesuai dengan yang tertera.
3. Pastikan Tata Ruang Sesuai
Periksa kesesuaian lokasi dengan tata ruang. Rencana bangunan harus mengikuti ketentuan pemanfaatan ruang setempat.
4. Gunakan Gambar yang Lengkap
Pastikan gambar teknis tidak membuatnya secara asal. Denah, tampak, potongan, dan detail harus saling konsisten.
5. Gunakan Tenaga Profesional
Gunakan penyedia jasa yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. Perencana yang kompeten bisa membantu mengurangi kesalahan dokumen.
6. Sesuaikan Data Teknis
Pastikan data arsitektur, struktur, dan MEP saling berkaitan. Perubahan pada satu bagian harus memeriksanya terhadap bagian lainnya.
7. Perhatikan Kondisi Tanah
Selanjutnya, jangan mengabaikan kondisi tanah. Pemeriksaan tanah perlu pada kondisi dan jenis bangunan tertentu.
8. Jangan Mengunggah Dokumen Sembarangan
Periksa format dan kelengkapan dokumen sebelum mengunggahnya. Dokumen yang jelas akan membantu proses pemeriksaan.
9. Pantau Status Permohonan
Berikutnya, pantau status permohonan secara rutin. SIMBG menyediakan fitur untuk melacak permohonan menggunakan nomor registrasi.
10. Hindari Pengurusan Melalui Calo
Gunakan kanal resmi pemerintah untuk pengajuan. SIMBG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai situs palsu dan pihak tidak resmi.
Baca juga: Apa Itu Site Plan Perumahan dan Fungsi Pentingnya?
Jika ingin kegiatan proyek bisa berjalan lancar, maka gunakan saja Jasa Konstruksi agar prosesnya bisa sesuai dengan rencana.
Untuk informasi selengkapnya mengenai jasa konstruksi kami, bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp berikut.
Penutup
Jadi itulah tadi penjelasan tentang beberapa syarat dan cara mengurus izin mendirikan bangunan atau yang kini jadi PBG. Terima kasih sudah menyimak artikel ini, semoga bermanfaat.

